Anda bisa mengajukan pertanyaan matematika di sini!

Cara Mengerjakan Soal Matematika

Menurut pengalaman selama belajar metematika di sekolah, pada dasarnya hanya ada dua hal yang dikerjakan dalam matematika di sekolah yaitu “how to solve” dan “how to proof” (bagaimana menyelesaikan dan bagaimana membuktikan). Soal dalam matematika juga terbagi dua, menurut pengalaman seseorang dalam menyelesaikannya, yaitu apakah soal itu sudah pernah diselesaikannya (solved problem) ataukah soal tersebut baru akan diselesaikan (solving problem). Berhadapan dengan soal-soal yang baru akan diselesaikan, dibutuhkan berbagai strategi dalam memecahkan soal/masalah tersebut (problem solving).

Umumnya, soal-soal di sekolah saat ini masih dalam kategori solved problem, yaitu guru menjelaskan contoh soal kemudian siswa berlatih mengerjakan. Tapi sekarang ini, tipe-tipe soal matematika di sekolah sudah mulai meningkat dari tipe “mencontoh” ke tipe “penemuan solusi”. Jadi, siswa dituntut untuk dapat melakukan pemecahan masalah matematika.

Kabar yang terbaru, saat ini siswa dituntut untuk memiliki kemampuan dalam mengalisa soal dengan analisis yang tinggi, tipe soal yang dimaksud adalah soal HOTS (Higher Order Thinking Skills ). Pada ujian nasional tahun 2018, soal jenis HOTS ini sudah mulai disisipkan sehingga banyak siswa yang mengeluh karena kesulitan dalam mengerjakan soal bertipe HOTS tersebut.

HOTS sendiri merupakan bagian dari ranah kognitif yang ada dalam Taksonomi Bloom dan bertujuan untuk mengasah keterampilan mental seputar pengetahuan. Ranah kognitif versi Bloom ini kemudian direvisi oleh Lorin Anderson, David Karthwohl, dkk. pada 2001. Urutannya diubah menjadi enam, yaitu:

  1. Mengingat (remembering)
  2. Memahami (understanding)
  3. Mengaplikasikan (applying)
  4. Menganalisis (analyzing)
  5. Mengevaluasi (evaluating)
  6. Mencipta (creating)

Tingkatan 1 hingga 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS), sedangkan tingkat 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D., HOTS adalah satu cara untuk menguji apakah seseorang bisa menganalisis, membandingkan, menghitung, dan sebagainya.

“Jadi memang diperlukan kemampuan yang tidak biasa. Bukan hanya sekadar mengingat atau menghafal saja,” jelas Prof. Intan dalam Ruangguru LIVE Spesial SBMPTN pada hari Selasa, 30 Oktober lalu.

Kita dapat menyimpulkan dari uraian di atas bahwa memang saat ini siswa dituntut untuk dapat melakukan pemecahan masalah (problem solving), seperti apa yang dikatakan oleh Prof. Intan tentang kebiasaan siswa yang hanya mampu mengerjakan soal bertipe mengingat atau menghafal dari soal dan penyelesaiannya yang telah ada. Untuk itu, kalian harus berlatih “bagaimana memecahkan soal”.

Silahkan baca 4 langkah dalam menyelesaikan soal dan kemampuan apa yang harus Anda miliki pada tulisan Langkah-Langkah Menyelesaikan Soal dan tulisan-tulisan kami yang lain tentang Cara Mengerjakan Soal Matematika di Daftar Isi blog Cara Kerja Soal .

Tinggalkan Balasan